Date : Selasa, 17 Juli 2018

ARTIKEL

Sboking88.com – Ketertarikan Real Madrid pada pesepakbola depan Paris Saint-Germain Kylian Mbappe makin rasanya. Madrid diberitakan siap menggelontarkan dana besar plus memberi salah satunya pesepakbola bintangnya sebagain pelicin manfaat menghadirkan Mbappe.

Dilansir dailystar. co. uk, Hari senin (16/7/2018), Mbappe adalah buruan paling utama Madrid serta diplot untuk menukar Cristiano Ronaldo yang hengkang ke Juventus. Semula PSG diberitakan sudah menampik tawaran fantastis dari Madrid pada. Tetapi Madrid tak menyerah demikian saja untuk menghadirkan sang pesepakbola.

Madrid diklaim sudah lakukan penawaran 100 juta euro atau seputar Rp1, 6 triliun. tidak cuma itu, madrid juga siap untuk memberi Casemiro sebagai pelicin dari persetujuan transfer itu. Malahan perwakilan Madrid diberitakan sudah lakukan pembicaraan dengan pihak PSG di Paris dalam 24 jam pamungkas.

Perihal ini diduga dapat menjadikan PSG melunak. Sebabnya Casemerio adalah pesepakbola internasional Brasil juga teman dekat bintang dari PSG, Neymar. PSG sudah pasti ingin menyenangkan hati anak emasnya itu. Maklum, banyak klub yang tengah mengantre untuk menghadirkan Neymar.

Ketertarikan Madrid pada Mbappe berawal dari performa gemilang bersama tim nasional Prancis di Piala Dunia 2018. Berposisi sebagai sayap kanan Prancis, ia sangatlah lihai serta sering menyusahkan barisan pertahanan lawan. Terbaru, Mbappe berhasil mengantarkan Prancis jadi kampiun Piala Dunia 2018. Ia juga dipilih sebagai pesepakbola muda terunggul dalam arena itu. (Simak juga : Lima Pencetak Gol Termuda dalam Histori Final Piala Dunia)

Sboking88.com – Tim nasional Prancis sukses jadi kampiun Piala Dunia 2018 selepas mencetak kemenangan 4-2 atas Kroasia pada pertandingan final di Luzhniki Fase, Hari minggu (15/7/2018). Walau sudah sempat tertekan oleh permainan Kroasia, Prancis dapat menunjukkan kelas serta jadi kampiun dunia untuk yang ke-2 kalinya dalam histori.

Tim nasional Prancis buka kelebihan di menit ke-18 lewat sepakan bebas Antoine Griezmann yang lalu meluncur deras ke gawang selepas tentang kepala Mario Mandzukic yang berupaya menyingkirkan datangnya bola. Gol ini juga diklaim oleh FIFA sebagai gol bunuh diri Mandzukic.

Kroasia tidak perlu waktu yang lama untuk dapat menjadikan posisi jadi imbang. Ivan Perisic sukses menjadikan posisi jadi imbang 1-1 lewat gol yang dicetaknya di menit ke-29.

Bermula dari ketegangan di kotak penalti Prancis, Perisic mendapat sodoran bola dari Domagoj Vida serta langsung melepas tembakan keras dengan kaki kiri yang tidak dapat dihalau Hugo Lloris.

Tetapi, tim nasional Prancis kembali unggul di menit ke-37 lewat eksekusi penalti Griezmann. Handball yang dikerjakan Ivan Perisic didalam kotak penalti disaksikan lagi oleh wasit lewat Video Assistant Referee (VAR) yang lalu mengambil keputusan memberi penalti pada Les Bleus.

Ketinggalan 1-2 di set pertama menjadikan Kroasia selalu berupaya tingkatkan serangannya di set ke-2. Permainan cepat selalu dipertunjukkan oleh Luka Modric dkk. untuk dapat menguber ketertinggalan.

Tetapi, malah Prancis yang sukses jadi besar kelebihan di menit ke-59 lewat gol yang diciptakan Paul Pogba. Gelandang bertahan Les Bleus itu terima umpan sodoran dari Antoine Griezmann serta coba melepas tembakan dari luar kotak penalti.

Bola tembakan kaki kanannya sudah sempat mengenai pesepakbola bertahan Kroasia serta bola rebound disambarnya kembali dengan tembakan kaki kiri yang tidak dapat dihalau oleh penjaga gawang Kroasia, Danijel Subasic.

Kroasia seolah kehilangan semangat untuk dapat menantang Prancis. Hal itu tampak dari demikian cepatnya Les Bleus jadi besar kembali kelebihan jadi 4-1 di menit ke-65 lewat gol yang diciptakan Kylian Mbappe.

Pesepakbola termuda di Piala Dunia 2018 itu cetak gol selepas terima umpan dari Lucas Hernandez. Mbappe terlihat dengan tenang melepas tembakan mendatar yang meluncur ke pojok kanan bawah gawang Kroasia.

Kroasia sukses mengecilkan ketertinggalan jadi 2-4 di menit ke-69 melalui gol yang diciptakan Mario Mandzukic. Gol dari Kroasia terbentuk karena blunder yang dikerjakan penjaga gawang Prancis, Hugo Lloris, yang punya maksud mengecoh Mandzukic didalam kotak penalti. Sayang, bola tentang kaki Mandzukic serta masuk ke gawang Tim nasional Prancis.

Desakan juga kembali dipertunjukkan oleh Kroasia untuk dapat kembali mengecilkan ketertinggalan. Tetapi, sampai laga selesai tidak terdapat satu juga gol penambahan yang terbentuk. Les Bleus juga sah jadi kampiun Piala Dunia 2018.

Sboking88.com – Kekalahan dari Belgia pada persaingan perebutan posisi ke-3 Piala Dunia 2018 di Stadion Saint Petersburg, Hari sabtu (14/7), tunjukkan Inggris masih perlu belajar banyak di kompetisi besar sebagaimana Piala Dunia.

Tim nasional Inggris cuma dapat menempati posisi empat Piala Dunia 2018 selepas kalah dari Belgia 0-2.Ini ialah kali ke-2 Inggris kalah dari Belgia, selepas ditundukkan The Red Devils 0-1 di set group.

Ini ialah pertama kali Inggris kalah sampai 3x di putaran final Piala Dunia.Menariknya, dua kekalahan yang dihadapi Inggris di Piala Dunia 2018 berlangsung saat melawan Belgia.

Finish tempat ke empat di Piala Dunia 2018 bukanlah bencana untuk tim nasional Inggris, tetapi suatu prestasi cukup mengagumkan.Tak terdapat yang memperkirakan Inggris dapat mengambil langkah ke set semi final Piala Dunia 2018 mengingat jumlahnya pesepakbola minim pengalaman di sepak bola internasional.

Performa tim nasional Inggris sudah sempat memunculan euforia mengagumkan.Beberapa fans Inggris sangatlah yakin diri The Three Lions dapat merampas titel Piala Dunia untuk pertama kali semenjak 1966, dengan jargon ‘Football’s Coming Home’ digaungkan.

Lihat performa Inggris di dua pertandingan pamungkas, Pada waktu kalah dari Kroasia di semi final serta Belgia di persaingan perebutan posisi ke-3, sangkanya bila Harry Kane serta kawan-kawan cuma tempati tempat ke empat di Piala Dunia 2018.

Inggris, terutama manajer Gareth Southgate, sangat naif untuk menjaga taktik yang sama Pada waktu ditaklukkan Belgia.Manager 47 tahun itu tak dapat berlaku dinamis, selalu yakini skema 3-5-2 yang diaplikasikan dapat menjadikan Inggris jadi kampiun dunia.

Southgate sebagaimana tak mempunyai Gagasan B, C, atau D.Eks defenfer Aston Villa tampak tak mempunyai macam taktik.Belgia juga dengan ringan menaklukkan Inggris tanpa ada sulit payah untuk kali ke-2 di Piala Dunia 2018.

Semenjak awal terdapat ketakutan Southgate akan sangat memaksakan skema 3-5-2 selama kompetisi.Tak terdapat inovasi permainan yang diperlihatkan Inggris sepanjang Piala Dunia 2018.

Pertandingan Belgia versus Inggris pada persaingan perebutan posisi ke-3 termasuk jalan menjemukan walau Meunier cetak gol cepat di menit ke empat.Di set pertama pemirsa di Stadion Saint Petersburg sebagaimana lihat beberapa kumpulan pesepakbola bintang yang cuma menunjukkan kapabilitas lari serta mengumpan.

Belgia pilih untuk menanti di belakang saat telah menang cepat.Inggris mempunyai shot on tujuan di set pertama (3), namun serangan The Three Lions tampak tak beresiko.Sementara Belgia cuma lakukan dua shot on tujuan, namun lebih meneror pertahanan Inggris.Ketidaksamaan kualitas makin tampak di set ke-2.Serangan Inggris sudah sempat lebih agresif di set ke-2, namun lagi-lagi kualitas yang kurang bagus menjadikan team didikan Southgate tidak berhasil cetak gol.

kesempatan terunggul Inggris berlangsung saat Eric Dier tinggal bertemu dengan penjaga gawang Thibaut Courtois.Tetapi, Dier pilih untuk mencungkil bola.Defenfer Belgia Toby Alderweireld tampil mengagumkan dengan menyapu bola sebelum saat melalui garis gawang.

Keseluruhannya permainan Inggris sangatlah jelek.Hal tersebut karena beberapa pesepakbola pelapis The Three Lions kalah kualitas dari Belgia.Kalah kualitas itu tampak di semuanya lini, khususnya di belakang.

Gol Belgia yang diciptakan Meunier serta Hazard tunjukkan begitu lemahnya lini pertahanan Inggris saat hadapi lawan yang mempunyai lini depan kreatif, cepat, serta tajam.

Lainnya kalah kualitas, beberapa pesepakbola Inggris juga kalah pengalaman dari Belgia.Hampir 80 % tim Belgia di Piala Dunia 2018 telah mempunyai pengalaman bertanding di Piala Dunia.

Sboking88.com – Kapten tim nasional Belgia Eden Hazard menelan kekecewaan karena tidak berhasil ke final Piala Dunia 2018.Tetapi ia masih berjuang sekuat tenaga di pertandingan persaingan perebutan posisi ke-3 melawan Inggris di Stadion Saint Petersburg, Hari sabtu (! 4/7).

Hazard serta generasi emas Belgia mesti menelan kekecewaan selepas kalah tipis dari Prancis dengan score 0-1 di set semi final.Kekalahan itu memupus mimpi Belgia jadi kampiun Piala Dunia pada waktu mereka tengah dikelilingi pemain-pemain terunggul.

Tetapi, Hazard tidak lagi tunjukkan kekecewaan mendalam di pertandingan hiburan.Sebagai kapten, Hazard memahami jika ia bertanggungjawab mengusung kepribadian team.Serta hal tersebut yang ia perlihatkan pada pertandingan lawan Inggris.

Hazard selalu ketertarikan memohon bola.Menyisir bagian kiri pertahanan Inggris, beralih tempat ke tengah untuk membingungkan John Stones serta kawan-kawan, juga aktif turut bertahan.

Gol cepat Belgia yang diciptakan Thomas Meunier pada menit ke-3 tunjukkan gairah Belgia yang masih menyala semenjak awal pertandingan.Mereka seakan telah dapat melupakan kekalahan menyakitkan di set semi final.

Di menit ke-60, Roberto Martinez mengambil keputusan menarik Romelu Lukaku serta menggantikannya dengan Dries Mertens.Hal tersebut automatis menjadikan Belgia tidak mempunyai bomber murni di 30 menit tersisa.

Hazard lalu lebih aktif bergerak di kotak penalti lawan serta memasrahkan aliran serangan ditata oleh Kevin De Bruyne serta gelandang-gelandang Belgia yang lain.

Belgia lalu memberi jawaban jika mereka juga masih dapat tajam pada waktu Lukaku tidak berada di lapangan.Di menit ke-80, umpan terobosan Kevin De Bruyne dapat di terima oleh Hazard yang langsung melejit serta mengalahkan Jordan Pickford dari jarak dekat.

Gol Hazard ini yang jadi peluru mematikan untuk Inggris.Sebelum saat gol Hazard, Inggris tengah gigih berjuang mendesak Belgia serta mencari gol penyama posisi.Setelah gol Hazard, Inggris sadar jika mereka tidak mempunyai lagi mempunyai cukup waktu untuk mencari dua gol di bekas pertandingan.

Hazard serta kawan-kawan pada akhirnya berhasil menyandang status team terunggul Belgia selama hidup jika didasarkan pada raihan prestasi di Piala Dunia.Sebelum saat kesuksesan mencapai tempat ke-3 di Piala Dunia 2018, catatan terunggul Belgia ialah posisi ke empat pada Piala Dunia 1986.

Sboking88.com – Sebagaimana deja vu, Belgia serta Inggris akan kembali bentrok di Piala Dunia 2018. Berlainan dengan pertemuan semula, ke-2 team kesempatan ini saling tidak bergairah.

Inggris serta Belgia akan bentrok di Saint Petersburg Fase, Hari sabtu (14/7/2018) untuk merampas predikat team tebaik ke-3 di Piala Dunia 2018. The Three Lions sangat terpaksa memerankan laga itu selepas ditaklukkan Kroasia dengan score 1-2. Sedangkan Belgia ditaklukkan Prancis dengan score 0-1.

Laga itu merasa sebagaimana deja vu karena ke-2 team sempat bentrok di set penyisihan Group G, 28 Juni 2018 lalu. Di pertandingan itu Belgia menang 1-0 karena gol tunggal Adnan Januzaj yang lahir di menit ke-51.

Untuk Inggris, ‘laga ulangan’ melawan Belgia semestinya mungkin saja arena balas dendam. Tetapi, manager Gareth Southgate berujar timnya telah terlanjur tak bergairah menyongsong laga itu.

” Ini bukanlah laga yang ingin dimainkan oleh team manapun, ” ujar Southgate, dilansir Reuters, Jumat (13/7/2018).

Seirama dengan Southgate, manager Tim nasional Belgia Roberto Martinez juga menyebutkan timnya masih larut dalam kekecewaan. (Simak juga : Giroud, Kami Tidak Akan Buang Peluang Jadi Kampiun)

” Ini ialah perasaan yang susah dikelola. Anda sedih karena kalah di semi final. Sangatlah sylit untuk lihat laga lainnya sebagai hal yang positif, ” ujar Martinez.

Baik Belgia ataupun Inggris saling memiliki loabel team elite karena ditempati pesepakbola bintang. Malahan di tim Inggris, figur striker Harry Kane dalam perburuan titel pencetak gol paling banyak di Piala Dunia 2018 dengan koleksi enam gol.

Sboking88.com – Tim nasional Prancis akan bertemu Tim nasional Kroasia di partai final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Hari minggu (15/7/2018). Gelandang Prancis, Blaise Matuidi, menyebutkan timnya malas bentrok melawan Kroasia, yang dalam keadaan kelelahan. Prancis ingin lawan ada di lapangan dengan keadaan terunggul.

Sebelum saat tiba di final, Tim nasional Kroasia memanglah dipaksa berusaha keras sampai set waktu perpanjangan dalam tiga pertandingan beruntun semenjak babak gugur. Dimulai saat melawan Denmark di set 16 besar, lalu singkirkan Rusia melalui drama adu penalti di perempat final, juga tundukkan Inggris juga dalam set perpanjangan.

Tim nasional Kroasia juga diperkirakan dalam keadaan kelelahan akut di pertandingan final. Banding saja dengan Prancis, yang laju ke final melalui laga yang dimainkan normal, selama 90 menit plus penambahan waktu saja.

Keadaan ini mungkin saja keuntungan buat Prancis pada waktu hadapi Kroasia. Tetapi, Matuidi, tidak ingin Prancis menang lewat cara sebagaimana ini.

” Saya meyakini kelelahan itu tidak akan jadi aspek (pahlawan kemenangan). Kami lihat laga pamungkas mereka, mereka terlihat lebih kuat. Mereka tidak tampak sebagaimana team yang bertanding sampai set waktu perpanjangan dalam tiga pertandingan dengan beruntun. Malahan, mengherankannya, mereka terlihat sebagaimana tengah mainkan pertandingan pertama, ” ujar Matuidi.

” Mereka bertanding di final Piala Dunia, team dengan adanya banyak pesepakbola memiliki pengalaman. Ini akan jadi laga dimana mereka telah siap serta saya rasa, set waktu perpanjangan ataupun penalti jadi kendala untuk mereka, ” tambah pesepakbola Juventus itu.

Lebih imbuh Matuidi menjelaskan Tim nasional Kroasia adalah team dengan serangan serta pertahanan yang cukup baik. ” Akan sangatlah terpenting untuk kami untuk berkonsentrasi penuh karena mereka mempunyai kualitas mengagumkan, ” tegas pesepakbola 31 tahun itu.